Dear Mbak Ike
Aduh kasian deh lo kalo lagi mens.
Nyeri perut sampai mo pingsan, aduh jangan-jangan kamu dapat ensometriosis.
Nyeri haid dalam batas tertentu wajar terjadi karena memang saat itu akan terjadi kontraksi pada rahim, tapi kalau nyerinya sampai kelewatan memang sebaiknya diperiksa aja, siapa tahu ada apa-apa di kandungan kamu.
Endometriosis yang saya maksud tadi adalah jaringan endometrium ( lapisan dalam dari rahim) tapi yang ini tidak di dalam rahim melaikankan di luar rahim, sehingga kalau mentruasi terjadi perdarahan di luar rahim. Perdarahan ini akan menimbulkan rangsangan nyeri yang hebat pada perut bagian bawah.
Tentunya rasa nyeri ini berbeda pada setiap orang, kadang -kadang ada yang tenang-tenang aja dengan perasaan nyeri itu, tapi kadang-kadang aja juga yang nyeri nggak ketulungan sampai pingsan.
Nah kalau kamu merasakan nyeri yang sangan mengganggu dan tidak mempan dengan obat-obatan konvensionil, periksakan ke ahli kandungan, siapa tahu nanti ada hasilnya. Mengenai rasa nyeri ini memang berhubungan dengan kondisi physikologis. Oleh karena memang sensai nyeri itu melibatkan berbagai macam komponen, jadi ada komponen fisik berupa regangan jaringan, kimiawi, hormonal dan persyarafan.
Mentruasi haid kadang-kadang bisa berkurang setelah menikah, hal ini bisa disebabkan dengan pernikahan factor kematangan psikologis dapat membantu mengurangi nyeri, di samping itu endometriosis sebagai penyebab rasa nyeri bisa mengalami remisi bila terjadi kehamilan.
Untuk informasi dan pemeriksaan lebih lanjut bisa menghubungi sekretariat Fer RSU DR. Soetomo Telp. 5501474 atau Klinik Fertilitas Graha Amerta Lantai II Telp. 5501355 Pesawat 2231 atau 70906307
Salam,
Dr. Baksono Winardi, SpOG