FORUM KESEHATAN REPRODUKSI : Diskusi & Tanya Jawab




Author Topic: Please help ttg saya & adik saya  (Read 2520 times)

Offline Andre

  • Newbie
  • *
  • Posts: 1
    • Email
Please help ttg saya & adik saya
« on: April 27, 2007, 12:22:23 PM »
Selamat pagi.
Mula-mula saya ingin memperkenalkan diri. Nama saya Andre. Saya seorang siswa kelas 3 sebuah SMU Negri di Jakarta. Hobi saya basket dan gitar. Saya punya pacar teman sekelas, namanya Alin.
Singkat saja, saya akan menceritakan kehidupan saya.
Saya memiliki seorang adik perempuan 2 thn lebih muda dari saya,namanya Meli, dan seorang adik angkat laki-laki yang bernama Beni. Kami bertiga (saya--adik perempuan--dan adik angkat laki-laki saya) sangat dekat, terutama bagi saya dan adik angkat saya, kami sudah seperti saudara kandung. Bagi saya, dia adalah adik saya. Dan bagi dia pun saya adalah kakaknya. Usia kami terpaut 6 thn.
Kira-kira 3 tahun yang lalu saya dan adik angkat saya "berhijrah" ke Jakarta untuk melanjutkan sekolah saya di sebuah SMU Negri. Waktu "berhijrah" saya kelas 1 SMA, dan dia sendiri kelas 3 SD. Kami berangkat sama-sama. Dan kalau pulang, dia menunggu saya di SMU tersebut sambil main-main sendiri, karena dia duluan pulang, jadi dia menunggu saya yang belakangan pulangnya. Barulah kami pulang sama-sama.
Saat ini saya kelas 3 SMA dan dia kelas 1 SMP, dan kami ( saya dan adik angkat laki-laki saya itu ) tinggal di kos-kosan dan di sana juga ada beberapa teman SMA saya, tapi mereka beda kamar kos-kosan dgn saya dan adik saya itu.
Jadi, singkatnya begini. Beberapa waktu ini, kira-kira sejak saya kelas 2 SMA ( sekarang saya kelas 3 SMA, jadi awalnya kira-kira setahun yang lalu, waktu saya kelas 2 SMA ), saya merasakan perubahan pada adik angkat saya itu. Mulanya saya anggap biasa saja, tapi lama-lama aneh juga.
Yang pertama, begini, kalau saya sedang tidur kadang-kadang adik saya itu naik ke tempat tidur dan mencium pipi saya. Kadang juga dahi saya, dan saya mendengarnya berbisik "aku sayang kakak". Dan hal itu terjadi beberapa kali. Pernah saya pura-pura tidur, dan memergokinya ketika dia akan mencium saya, waktu saya tanya, dia menjawab "aku sayang kakak, jadi ingin mencium kakak", lantas ia memeluk saya. Saya hanya diam, bingung mau ngomong apa. Kata-katanya terdengar begitu tulus di telinga saya, jadi saya membiarkannya memeluk saya, kadang saya balas memeluknya, kadang hanya mmembiarkannnya saja.
Bagaimana pun saya sayang dia, dan dia sayang saya, dan sejauh yang saya tahu mencium dan memeluk merupakan salah satu cara menyatakan rasa sayang itu, sama seperti anak yang mencium orangtuanya. Dia memang suka memeluk saya sejak dulu, sejak kali pertama dia diangkat menjadi bagian dari keluarga saya. Dan kini kebiasaan itu makin menjadi-jadi dgn mencium saya diam-diam waktu saya tidur. Beberapa kali saya marahi, tapi dia tidak berubah tetap suka mencium saya. Memang tidak setiap hari, paling-paling seminggu 2 atau 3 kali saja. Bahkan kadang ia meminta izin utk mencium saya. Dia bilang "boleh saya mencium kakak?", sambil memeluk saya. Saya yang tidak tahu harus menjawab apa, kadang membiarkan dia mencium pipi atau dahi saya. Hanya sebatas itu! Dia tidak pernah mencium yang lainnya. Hanya salah satu, pipi atau dahi saya saja.
Nah, yang kedua. Sejak dulu (waku masih di rumah, sebelum "hijrah"), saya punya kesukaan memakai baju buntung (kaos tanpa lengan), dan kini, sejak saya mulai dan makin menggemari basket--seperti yang kita tahu, baju basket itu berupa kaos buntung tanpa lengan--saya pun makin sering memakai kaos buntung itu. Bisa dibilang 75% baju rumah saya adalah kaos buntung, ada yang longgar, dan ada yang agak ketat. Saya suka semuanya. Sisanya adalah celana panjang, celana pendek, pakaian dalam, seragam sekolah, kemeja, dan kaos berlengan atau berkerah biasa utk bepergian. Bukannya apa-apa, tapi karena saya hanya merasa nyaman dan santai dengan pakaian begitu. Jadi saya cuek saja.
Nah, begini hubungannya. Tadi saya cerita adik angkat saya kadang-kadang mencium saya waktu saya tidur. Walau saya marahi, namun dia tetap saja melakukannya. Mulanya saya risih juga, namun lama-lama saya biarkan saja, entah karena sudah terbiasa, atau karena saya sudah kecapekan main basket, jadi pulang langsung tidur dan nggak lagi ngurus yang begitu-begitu.
Nah, adik saya itu suka sekali melihat saya memakai kaos buntung. Mulanya saya pikir hanya perasaan saya saja. Tapi saya pernah menanyakannya dan dia menjawab "ya, aku suka melihat kakak pakai kaos buntung, jadi tambah cakep" jawabnya jujur. Memang dalam keseharian, dia sering memeluk saya. Apalagi kalau saya memakai kaos buntung itu, dia makin sering / senang memeluk saya. Buat saya pribadi dipeluk olehnya saya anggap biasa saja, karena pikir saya dia adik saya dan saya kakaknya. Saya pikir saling memeluk itu wajar, saya juga sering membalas pelukannya atau hanya membiarkan dia yang memeluk saya.
Apalagi memang itu sudah kebiasaannya sejak pertama kali hadir di tengah keluarga saya. Saya pernah mengujinya dengan memakai pakaian biasa (bukan kaos buntung) bahkan kemeja resmi (waktu menghadiri undangan-undangan resmi mewakili klub basket SMU saya), dia tetap senang dan sering memeluk saya. Hanya saja agak berbeda, dia lebih sering / senang memeluk saya kalau saya memakai kaos buntung. Tapi kalau memakai baju biasa, dia masih sering / senang memeluk saya, walau tidak sesering kalau saya memakai baju buntung.
Saat tidurpun dengan cueknya dan nyamannya, ya, saya memakai kaos buntung.
Mungkin perlu diketahui, di kamar kos-kosan kami hanya ada 1 tempat tidur, jadi kami tidur bersama. Maklumlah Jakarta, uang kiriman tidak cukup utk menyewa kamar kos mewah dgn tempat tidur terpisah, apalagi sampai menyewa kamar kos yang berbeda.
Sebelum tidur kadang kami ngobrol-ngobrol tentang sekolah, PR, guru-guru yang pelit, dll.
Saya sendiri banyak cerita padanya tentang hubungan saya dgn Alin, pacar saya. Adik saya itu pendengar dan penasehat yang baik ( cukup aneh di usia demikian muda, dia sanggup menjadi pendengar dan penasehat yang baik bagi saya ), kalau sudah cerita padanya, semua jadi lega. Kadang ia mencengangkan saya dgn usulan-usulannya terutama bila saya sedang bertengkar dgn Alin, dia selalu punya usul "ajaib" yang rata-rata berhasil memperbaiki kembali hubungan saya dgn pacar saya itu.
Itulah maka saya dan adik saya itu makin dekat. Dan saya makin percaya padanya. Seperti yang saya ceritakan di atas, saya nyaman dan santai dgn memakai kaos buntung, juga saat tidur, saya memakai kaos buntung. Maklum Jakarta kota sibuk--sumpek--panas, dan dgn memakai kaos buntung saya merasa nyaman, sejuk, dan santai, jadi saya, ya, cuek saja pakai kaos buntung.
Sebelum tidur, karena kelelahan, saya sering tidur-tiduran santai sambil meletakkan kedua tangan saya di belakang kepala saya. Dan Anda bisa menebak bahwa dgn posisi demikian ketiak saya langsung kelihatan. Jujur, ketiak saya berbulu lebat. Saya menyadari itu waktu kelas 2 kemarin, teman pria sebangku saya berkata pada saya kalau bulu ketiak saya lebat. Tapi, saya hanya berpikir itu wajar, karena waktu main basket dgn kostum kaos buntungnya, semua ketiak pemainnya juga kelihatan, dan sebagai laki-laki dewasa, wajar kalau ketiaknya berbulu.
Jadi bukannya mau 'sengaja' pamer ketiak, tapi itulah baju yang nyaman dan sejuk utk saya.
Oke, tapi bukan itu yang mau saya bahas.
Yang ingin saya bahas adalah reaksi adik saya itu waktu melihat saya berbaring-baring santai sambil ngobrol-ngobrol dgn dia, dan meletakkan kedua tangan saya di belakang kepala saya. Tidak jarang saya menangkap kesan kalau dia tidak menatap saya (seperti yang biasa saya dan kita lakukan, kalau bercakap-cakap dgn orang, kita pasti memperhatikan mata atau bibir lawan bicara kita), namun matanya sering tidak menatap saya, tapi menatap ketiak saya (entah benar entah tidak, tapi begitulah kesan yang sering saya dapatkan kalau saya berkaos buntung dan meletakkan tangan di belakang kepala). Kalau sudah begitu kadang-kadang dia nyeletuk/keceplosan bicara "kakak cakep sekali. Bulu ketiak kakak lebat sekali. Aku senang punya kakak sekeren kakak".
Saya hanya diam atau mengembalikan pembicaraan ke topik awal.
Saya pernah iseng, waktu sebelum tidur, seperti biasa, kami ngobrol-ngobrol, kali ini saya benar-benar sengaja--sekali lagi saya benar-benar sengaja-- memamerkan ketiak saya dgn memakai kaos buntung. Waktu ngobrol-ngobrol itu lagi-lagi saya mendapat kesan dia tidak menatap saya tapi menatap ketiak saya!
Di tengah kami ngobrol-ngobrol, dan saya dgn sengaja memamerkan ketiak saya, dan dia sedang asyik mengamati ketiak saya (barangkali, sebab sorot matanya tidak ke arah saya, tapi ke arah lain), saya sengaja tiba-tiba menurunkan tangan saya, dgn demikian tertutuplah ketiak saya. Pada saat itu saya mengamati sorot matanya langsung berubah mengarah ke saya.
Saya mengulanginya beberapa kali selama seminggu. Hasilnya? Sama saja! Kami ngobrol-ngobrol, dia tampak asyik mengamati ketiak saya, tiba-tiba tangan saya turunkan, maka ketiak saya pun tertutup, dan tiba-tiba pandangan/sorot matanya kembali ke arah saya!
Aneh? Ya, saya juga berpikir begitu. Sangat aneh! Sementara pacar saya, si Alin, yang menyukai kerapian, akan ngomel-ngomel kalau saya berpakaian sembarangan, apalagi sampai sengaja 'pamer-pamer' begitu.
Lagi-lagi saya mengujinya dgn memakai kaos berlengan biasa dan meletakkan tangan di belakang kepala, ternyata reaksinya sama saja, terkesan sering tidak menatap saya, tapi menatap ketiak saya (padahal kan tidak kelihatan, karena saya memakai kaos berlengan biasa).
Yang ketiga, waktu tidur saya membiarkannya memeluk saya dari samping. Sudah kebiasaannya dia tidur sambil memeluk lengan saya dari samping. Seperti bantal guling, mungkin. Jadi saya membiarkannya saja.
Kadang saya terbangun tengah malam, karena haus atau mau ke belakang, dan menemukan dia sudah tidak lagi memeluk saya. Jadi, menurut saya, dia memeluk saya hanya sebagai pengantar tidur saja. Sama seperti kita memeluk bantal guling (itulah maka saya membiarkannya). Jadi saya cuek saja.
Pernah juga tengah malam saya terbangun dan menemukan dia tetap memeluk saya dari samping.
Tapi pernah juga saya terbangun dan menemukan dia belum tidur dan dia sedang mengelus-elus lengan saya yang dipeluknya itu.
Risih juga rasanya.
Tapi saya sudah terlalu mengantuk, jadi saya biarkan saja.
Saya pernah membaca di buku psikologi di rumah teman saya yang bapaknya dosen Psikologi di salah satu universitas swasta ( tapi saya lupa judul / pengarang / penerbitnya ), katanya hal itu wajar, itu efek psikologis. Seingat saya di buku itu tertulis, kalau kita menginginkan sesuatu, ada kemungkinan kalau kita lantas membayangkan hal / barang yang kita inginkan itu. Hal ini kemudian saya terapkan pada adik saya itu. Mungkin dia menginginkan punya tubuh dewasa seperti saya, namun karena dia baru kelas 1 SMP, jadi tubuhnya belum berkembang terlalu sempurna seperti tubuh laki-laki dewasa pada umumnya, maka dia "menyampaikan" keinginannya itu dgn meraba/mengelus-elus lengan saya. Namun apakah ini wajar atau tidak, benar atau tidak, saya tidak tahu...
Pernah juga ( yang sangat mengejutkan saya ), dia meraba dada saya sewaktu saya tidur! Maksudnya etika saya terbangun, saya mendapatinya sedang meraba dada saya. Saya menampik tangannya. Tapi beberapa hari kemudian dia melakukannya lagi. Beberapa kali hal itu terjadi dan saya menampik tangannya, namun selalu saja hal itu terjadi selang beberapa hari kemudian. Dan karena bosan, akhirnya (lagi-lagi) saya biarkan...(untung dada saya, coba kalau dia berani meraba Benda Pribadi saya, sudah saya tinju dia barangkali...!).
Yang keempat, sewaktu memeluk saya pun, dia memeluk saya dgn erat dan sering menenggelamkan wajahnya ke dada saya, dan dia tampak sangat nyaman! Karena tingginya hanya sebahu saya, jadi kalau dia memeluk saya maka wajahnya pas di dada saya.
Sering, kalau kami jalan-jalan ( karena bosan di kos-kosan ), di tengah jalan dia sering tiba-tiba menyandarkan atau merebahkan badannya ke badan saya. Atau melingkarkan lengan saya ke lehernya, atau hanya memeluk lengan saya. Tapi pernah juga tidak melakukan apa-apa.
Saya pernah menanyakannya pada teman-teman satu kos saya. Mereka berkata kalau mereka juga diperlakukan sama dgn saya (dgn pelukan erat dan menenggelamkan wajah itu). Jadi saya berpikir, kalau dia hanya berbuat begitu pada saya, mungkin ada yang "tidak beres" pada dia atau pada saya. Tapi karena dia juga berbuat yang sama pada teman-teman pria satu kos saya lainnya, jadi saya pikir itu wajar ( tentu saja tidak mungkin dia memeluk dan menenggelamkan wajahnya ke dada teman-teman wanita yang berkunjung ke kos saya. Bisa-bisa dia dilempar orang se-Jakarta! ). Tapi hanya pelukan & menenggelamkan wajah, tanpa meraba dada atau mengelus lengan teman-teman pria satu kos saya. Saya berpikir tentu saja dia berani meraba dada atau mengelus lengan saya, karena saya kakaknya. Kalau yang lain kan bukan kakaknya jadi dia tidak berani begitu.
Entah berhubungan atau tidak, tapi perlu saya beritahu kalau masalah pribadi seperti pakaian dalam, mandi, dsb, semuanya berjalan normal ( mandi sama-sama, kemungkinan mengintip saya mandi, dan hal-hal yang aneh lainnya bisa dicoret, artinya untuk hal-hal pribadi, semuanya normal ).
Kadang saya merasa terusik kalau dia memperhatikan saya waktu saya sedang berganti baju di kamar. Memang tidak sampai telanjang bulat, minimal saya masih berpakaian sekedar celana pendek atau berbungkus handuk sehabis mandi. Yah, mau ganti baju di mana lagi, namanya juga kos-kosan. Kamar mandi di luar (maksudnya kamar mandi bersama satu kos-kosan).
Masalah cuci-mencuci, semuanya normal. Kami mencuci baju, celana, dan pakaian dalam sendiri-sendiri. Tapi tempat menjemurnya saja yang sama, sekali lagi, maklum yang namanya kos-kosan.
Saya menceritakan hal ini pada Alin, pacar saya, dia menjawab kalau hal itu wajar saja, dia anak kecil, dia adikmu, kamu kakaknya, wajarlah kalau dia bersikap manja begitu, dgn sengaja memeluk, mencium, memperhatikanmu, dll, memang kadang kelewatan sampai dia meraba dan mengelus lengan atau dadamu, selama dia tidak menunjukkan ketertarikan secara seksual, maka semuanya wajar. Tapi kalau dia menunjukkan ketertarikan secara seksual, seperti mengintip waktu mandi, mencoba meraba Alat Kelamin, barulah dia patut dicurigai. Saya pikir jawaban Alin, pacar saya itu ada benarnya juga.
Oya, ini hal yang kelima, entah ada hubungannya atau tidak, saya mempunyai tetangga kos yang punya anak kecil. Anaknya itu laki-laki kelas 2 SD. Dia pun menunjukkan gejala yang mirip dgn adik angkat saya  itu. Kadang kalau anak kecil itu main-main dgn saya ( krn kami tetangga, jadi anak-anak tetangga bisa bermain berkeliaran dgn bebas, kadang 3-5 anak kecil rame-rame main-main, campur anak perempuan dan laki-laki, ada yang main bola, kejar-kejaran, dll selayaknya anak kecil ), anak kecil tetangga yang saya maksud itu akan lebih bersemangat pada saya kalau saya memakai kaos buntung.
Mungkin Anda berpikir itu hanya perasaan saya saja. Saya rasa tidak. Sebab bila saya memakai kaos buntung, dia makin sering minta gendong, minta peluk, dan minta cium. Dan sebaliknya, kalau saya memakai kaos/kemeja biasa, dia agak menjauh, maksud saya, dia lebih jarang meminta peluk, gendong, atau cium. Paling-paling kami hanya bermain seperti biasa.
Mengganggu? Kadang juga, apalagi kalau saya sedang mengerjakan PR sekolah, sangat mengganggu karena minta digendong, dipangku, dsb (manja memang!).
Kadang kalau kami bermain dan saya memakai kaos buntung dia sengaja menggelitik ketiak saya. Dia berkata "ketiak kakak kayak bapak saya, ada bulunya".
Beberapa kali anak itu bahkan sengaja memegang Alat Kelamin saya. Dia pun berujar "prek kakak besar kayak bapak punya". (prek = bahasa dia anak kecil itu = Alat Kelamin). Reaksi saya? Kadang saya biarkan, pikir saya dia kan anak kecil, belum punya pikiran macam-macam, kadang saya tepis dgn cara berpura-pura pergi, kadang juga saya tepis dgn cara saya gendong. Lalu kami bermain lagi seperti biasa ( kejar-kejaran, main bola, menggambar, menggunting/menempel kertas, dll ).
Kekanak-kanakan? Mungkin. Tapi saya cuek saja. Namanya saja main sama anak kecil, ya, kita harus masuk ke dunianya, kan nggak mungkin dia yang masuk ke dunia kita. Belum umurnya.
Nah, sampai sekarang semuanya sudah setahun berselang, dan kejadian-kejadian yang saya ceritakan di atas sudah biasa saya alami sehari-hari. Berdasarkan cerita saya di atas, saya mau bertanya:
1. Apa adik saya itu "normal"?  Jujur saja saya khawatir jangan-jangan dia homo mengingat dia sering mencium, memeluk, meraba, atau mengelus tubuh saya?
2. Apa yang sebaiknya saya lakukan? Apakah saya sebaiknya mencari kos baru dgn 2 tempat tidur? Atau malah kami sebaiknya berpisah kos?
3. Atau mungkin saya harus berhenti memakai kaos buntung? Saya harap bukan ini jawabannya, sebab seperti yang sudah saya katakan di atas, 75% baju rumah saya adalah kaos buntung, dan sisanya adalah celana panjang, celana pendek, pakaian dalam, seragam sekolah, kemeja, dan kaos berlengan atau berkerah biasa utk bepergian. Kalau ini jawabannya berarti saya harus banyak membeli baju baru ( yang cukup menguras dana ).
4. Sebagian teman-teman saya pernah menanyakan hal ini pada saya, namun setelah saya jelaskan siapa dia dgn segala kebiasaan-kebiasaannya, mereka pun mengerti. Dan sebagian lainnya mengerti dgn "terpaksa" (maksudnya setengah mengerti setengah tidak mengerti/mengambang, begitu...). Sebagian lagi lainnya tidak peduli. Mungkin buat mereka itu tidak aneh. Tapi buat saya, karena mengalami langsung, rasanya ya aneh juga... Lagi-lagi, bagaimana ini?
5. Lalu tentang anak kecil kelas 2 SD yang saya ceritakan, menurut Anda, normalkah perilakunya? Sebab saya sering menangkap secara pesan tingkah lakunya itu normal. Atau tidak normal? Mungkin si anak kecil itu membandingkan tubuh saya dgn tubuh ayahnya, makanya dia berkata ketiak saya berbulu seperti ayahnya atau prek saya besar seperti ayahnya. Menurut Anda bagaimana ini?
Terima kasih.


Offline Anisa

  • Moderator
  • Sr. Member
  • *****
  • Posts: 260
Re: Please help ttg saya & adik saya
« Reply #1 on: June 21, 2007, 11:36:37 AM »
Dear Sdr. Andre

Mohon ma'af pertanyaannya yang jelas dan singkat saja.
Terima kasih.


Salam,
Moderator

FORUM KESEHATAN REPRODUKSI : Diskusi & Tanya Jawab

Re: Please help ttg saya & adik saya
« Reply #1 on: June 21, 2007, 11:36:37 AM »


 



Copyright © FORUM KESEHATAN REPRODUKSI : Diskusi & Tanya Jawab