Saya berusia 34 th, udah menikah selama 6 th dan blm memiliki anak. Indung telur saya tinggal 1 krn seblm menikah saya pernah operasi kista & ama dr-nya dipotong 1 alasannya krn takut menular kesebelahnya. 4 th kemudian saya kena lg kista & ama dr cuma dibersihin kistanya. dan saluran saya dibilang udah rusak. Saya jg mo tanya saya kl mens teratur sich tiap bln pasti dtg tapi keluarnya cuma sedikit dan hny 1 atau 2 hari aja. tapi kalau saya kecapaian tahu2 bisa keluar lagi kayak flek aja.
Apakah saya tidak subur ? dan kalau saya bayi tabung masih ada kemungkinan bisa atau ngak ? krn kalau inseminasi udah ngak bisa lagikan?
Aq tunggu jawabannya, thank's Dok
Dear ibu RDS
Pertanyaan anda singkat tapi sulit dijawab, Kalau dilihat dari riwayat haid dan belum pumya anak selama 6 tahun menikah, bisa dibilang ibu memang tidak subur. Artinya diagnosis sementara saya ibu mengalami infertilitas primer dengan oligominore (haid hanya sedikit dan singkat). saya tidak tau apakah waktu operasi pertama sudah terjadi kerusakan saluran telurnya, dan bagaimana keadaan indung telur yang tidak diambil apakah dalam keadaan baik atau tidak (mungkin bisa ibu tanyakan lagi pada dokter yang mengoperasi). Apa jenis kista yang diambil pada operasi pertama itu jinak / ganas ?
Apakah kista pada operasi kedua sama dengan yang pertama ? Apakah ada gambaran infeksi yang sebabkan saluran telur itu rusak ?. Kalau bayi tabung masih mungkin, tapi sekali lagi ibu harus menjalani pemeriksaan infertilitas lengkap ( termasuk laparoskopi, USG trans vaginal, hormonal, analisa sperma suami) untuk mengetahui apakah ibu layak untuk bayi tabung. juga harus pertimbangkan angka keberhasilan bayi tabung yang sekarang 10 - 30% saja untuk wanita berusia kurang dari 30 tahun, dan akan menurun dengan semakin bertambahnya usia wanita tersebut. Tapi kalau ibu dan suami menginginkannya mengapa tidak

??
Hanya saran saya lakukan saja dulu workup atau pemeriksaan-pemeriksaan yang lengkap sebelum menjalani bayi tabung. Ibu bisa datang ke klinik infertilitas Graha Amerta RSU dr. Soetomo untuk penjelasan yang lebih lengkap.
Salam
dr. Imelda B, SpOG