FORUM KESEHATAN REPRODUKSI : Diskusi & Tanya Jawab




Author Topic: Macam-macam metode kontrasepsi  (Read 14375 times)

Offline dinda

  • Newbie
  • *
  • Posts: 28
    • Neon English Course and Translation
Macam-macam metode kontrasepsi
« on: March 30, 2012, 10:17:07 AM »
Keluarga berencana adalah usaha untuk mengukur jumlah dan jarak anak yang diinginkan. Untuk dapat mencapai hal tersebut maka dibuatlah beberapa cara atau alternatif untuk mencegah ataupun  menunda kehamilan. Cara-cara tersebut termasuk kontrasepsi atau pencegahan kehamilan dan perencanaan keluarga. Berdasarkan penelitian, terdapat 3.6 juta kehamilan tidak direncanakan setiap tahunnya di Amerika Serikat, separuh dari kehamilan yang tidak direncanakan ini terjadi karena pasangan tersebut tidak menggunakan alat pencegah kehamilan, dan setengahnya lagi menggunakan alat kontrasepsi tetapi tidak benar cara penggunaannya.

Metode kontrasepsi bekerja dengan dasar mencegah sperma laki-laki mencapai dan membuahi telur wanita (fertilisasi) atau mencegah telur yang sudah dibuahi untuk berimplantasi (melekat) dan berkembang di dalam rahim.  Kontrasepsi dapat reversible (kembali)  atau permanen (tetap). Kontrasepsi yang reversible adalah metode kontrasepsi yang dapat dihentikan setiap saat tanpa efek lama di dalam mengembalikan kesuburan atau kemampuan untuk punya anak lagi. Metode kontrasepsi permanen atau yang kita sebut sterilisasi adalah metode kontrasepsi yang tidak dapat mengembalikan kesuburan dikarenakan melibatkan tindakan operasi.

Metode kontrasepsi juga dapat digolongkan berdasarkan cara kerjanya yaitu metode barrier (penghalang), sebagai contoh, kondom yang menghalangi sperma; metode mekanik seperti IUD; atau metode hormonal  seperti pil. Metode kontrasepsi alami tidak memakai alat-alat bantu maupun hormonal namun berdasarkan fisiologis seorang wanita dengan tujuan untuk mencegah fertilisasi (pembuahan).

Faktor yang mempengaruhi pemilihan kontrasepsi adalah efektivitas, keamanan, frekuensi pemakaian dan efek samping, serta kemauan dan kemampuan untuk melakukan kontrasepsi secara teratur dan benar. Selain hal tersebut, pertimbangan kontrasepsi juga didasarkan atas biaya serta peran dari agama dan kultur budaya mengenai kontrasepsi tersebut. Faktor lainnya adalah frekuensi bersenggama, kemudahan untuk kembali hamil lagi, efek samping ke laktasi, dan efek dari kontrasepsi tersebut di masa depan. Sayangnya, tidak ada metode kontrasepsi, kecuali abstinensia (tidak berhubungan seksual), yang efektif mencegah kehamilan 100%.


Metode Kontrasepsi

Sumber : http://www.klikdokter.com
Follow us on Twitter @neonenglish

Offline dinda

  • Newbie
  • *
  • Posts: 28
    • Neon English Course and Translation
Re: Macam-macam metode kontrasepsi
« Reply #1 on: March 30, 2012, 10:19:49 AM »
Bermacam-macam metode kontrasepsi

Seorang wanita dapat tetap menjadi hamil bila :

    Melakukan coitus interuptus
    Menyusui
    Saat pertama kali berhubungan seksual
    Bila wanita tidak orgasme
    Memakai douches (memasukkan cairan kimia atau spermisida ke dalam vagina)
    Posisi apapun dalam berhubungan seks

Kontrasepsi untuk wanita usia lanjut

Semakin bertambah usia maka terdapat perubahan dari periode menstruasi. Ketika darah haid akhirnya berhenti, maka seorang wanita memasuki masa menopause. Bagaimanapun juga, kontrasepsi sebaiknya digunakan sampai wanita tidak mendapatkan menstruasi atau darah haid selama 2 tahun jika usia kurang dari 50 tahun atau 1 tahun jika usia lebih dari 50 tahun.

Metode kontrasepsi terdiri dari :
    Kontrasepsi hormonal
    Kontrasepsi oral kombinasi Kontrasepsi oral progestin Kontrasepsi suntikan progestin Kontrasepsi suntikan  estrogen-progesteron Implant progestin Kontrasepsi Patch
    Kontrasepsi barrier (penghalang)
        Kondom (pria dan wanita)
        Diafragma dan cervical cap

    Spermisida
    IUD (spiral)
    Perencanaan keluarga alami
    Penarikan penis sebelum terjadinya ejakulasi
    Metode amenorea menyusui
    Kontrasepsi darurat
        Kontrasepsi darurat hormonal
        Kontrasepsi darurat IUD

    Sterilisasi
        Vasektomi
        Ligasi tuba
Follow us on Twitter @neonenglish

Offline dinda

  • Newbie
  • *
  • Posts: 28
    • Neon English Course and Translation
Macam-macam metode kontrasepsi - Kontrasepsi Hormonal
« Reply #2 on: March 30, 2012, 10:39:27 AM »
Kontrasepsi ini tersedia dalam bentuk oral, suntikan, dan mekanik. Kontrasepsi oral adalah kombinasi dari hormon estrogen dan progestin atau hanya progestin-mini pil. Suntikan dan kontrasepsi implant (mekanik) mengandung progestin saja atau kombinasi progestin dan estrogen.

Kontrasepsi oral kombinasi (pil)
Mengandung sintetik estrogen dan preparat progestin yang mencegah kehamilan dengan cara menghambat terjadinya ovulasi (pelepasan sel telur oleh indung telur) melalui penekanan hormon LH dan FSH, mempertebal lendir mukosa servikal (leher rahim), dan menghalangi pertumbuhan lapisan endometrium. Pil kombinasi ada yang memiliki estrogen dosis rendah dan ada yang mengandung estrogen dosis tinggi. Estrogen dosis tinggi biasanya diberikan kepada wanita yang mengkonsumsi obat tertentu (terutama obat epilepsy).

Selain untuk kontrasepsi, oral kombinasi dapat digunakan untuk menangani dismenorea (nyeri saat haid), menoragia, dan metroragia. Oral kombinasi tidak direkomendasikan untuk wanita menyusui, sampai minimal 6 bulan setelah melahirkan. Pil kombinasi yang diminum oleh ibu menyusui bisa mengurangi jumlah air susu dan kandungan zat lemak serta protein dalam air susu. Hormon dari pil terdapat dalam air susu sehingga bisa sampai ke bayi. Karena itu untuk ibu menyusui sebaiknya diberikan tablet yang hanya mengandung progestin, yang tidak mempengaruhi pembentukan air susu.

Wanita yang tidak menyusui harus menunggu setidaknya 3 bulan setelah melahirkan sebelum memulai oral kombinasi karena peningkatan risiko terbentuknya bekuan darah di tungkai. Apabila 1 pil lupa diminum, 2 pil harus diminum sesegera mungkin setelah ingat, dan pack tersebut harus dihabiskan seperti biasa. Bila 2 atau lebih pil lupa diminum, maka pack pil harus tetap dihabiskan dan metode kontrasepsi lain harus digunakan, seperti kondom untuk mencegah kehamilan.

Jika menstruasi terakhir terjadi dalam waktu kurang dari 12 minggu setelah persalinan, maka pil KB bisa langsung digunakan. Jika menstruasi terakhir terjadi dalam waktu 12-28 minggu, maka harus menunggu 1 minggu sebelum pil KB mulai digunakan, sedangkan jika menstruasi terakhir terjadi dalam waktu lebih dari 28 minggu, harus menunggu 2 minggu sebelum pil KB mulai digunakan.

Pil KB tidak berpengaruh terhadap obat lain, tetapi obat lain (terutama obat tidur dan antibiotik) bisa menyebabkan berkurangnya efektivitas dari pil KB. Obat anti-kejang (fenitoin dan fenobarbital) bisa menyebabkan meningkatkan perdarahan abnormal pada wanita pemakai pil KB.

Beberapa kondisi dimana kontrasepsi oral kombinasi tidak boleh diigunakan pada wanita dengan :
    menyusui atau kurang dari 6 minggu setelah melahirkan
    usia >35 tahun dan merokok 15 batang sehari
    faktor risiko multipel untuk penyakit jantung (usia tua, merokok, diabetes, hipertensi)
    tekanan darah sistolik ≥ 160 atau TD diastolik ≥ 100 mmHg
    riwayat trombosis vena dalam atau emboli paru
    operasi besar dengan istirahat lama di tempat tidur
    riwayat sakit jantung iskemik
    stroke
    penyakit jantung katup komplikasi
    migrain dengan gejala neurologi fokal (dengan aura)
    migrain tanpa gejala neurologi fokal dan usia = 35 tahun
    riwayat kanker payudara
    diabetes dengan nefropati, retinopati, neuropati, penyakit vaskular, atau diabetes > 20 tahun
    sirosis berat
    kanker hati

Efektivitas  :
Kehamilan terjadi pada 0,1 ? 5 per 100 wanita pada 1 tahun penggunaan pertama

Keuntungan :
Sangat efektif, mencegah kanker indung telur dan kanker endometrium, menurunkan ketidakteraturan menstruasi dan anemia yang berkaitan dengan menstruasi, menghaluskan kulit dengan jerawat sedang

Kerugian     :
Tidak direkomendasikan untuk menyusui, tidak melindungi dari Penyakit Menular Seksual (PMS), harus diminum setiap hari, membutuhkan resep dokter

Efek samping lokal  :
Mual, nyeri tekan pada payudara, sakit kepala

Efek samping :
Perdarahan tidak teratur (umumnya menghilang setelah 3 bulan pemakaian), meningkatkan tekanan darah (dapat kembali normal bila oral kombinasi dihentikan), bekuan darah pada vena tungkai (3-4 kali pada pil KB dosis tinggi), meningkatkan faktor risiko penyakit jantung, risiko stroke (pada wanita usia > 35 tahun)

Pengembalian kesuburan :
Ketika dihentikan maka kesuburan akan kembali seperti semula. Kesuburan ini bervariasi, dalam waktu 3-12 bulan setelah dihentikan maka tidak ada perbedaan kesuburan antara wanita yang memakai kontrasepsi oral dan yang tidak


Kontrasepsi oral progestin (pil)
Mencegah kehamilan dengan cara menghambat terjadinya ovulasi (pelepasan sel telur oleh indung telur), mempertebal lendir mukosa leher rahim, mengganggu pergerakan silia saluran tuba, dan menghalangi pertumbuhan lapisan endometrium. Keefektifan berkurang bila pil tidak diminum di waktu yang sama setiap harinya. Kontrasepsi ini diberikan pada wanita yang menginginkan kontrasepsi oral namun tidak bisa menggunakan oral kombinasi karena pengaruh estrogen dapat membahayakan, misalnya pada wanita yang sedang menyusui.

Efektivitas :
Kehamilan terjadi pada 0,5 ? 5 per 100 wanita pada 1 tahun penggunaan pertama

Keuntungan :
Mula kerja cepat (24 jam setelah pemakaian pil), menurunkan kejadian menoragia dan anemia. Dapat digunakan pada wanita menyusui. Mencegah terjadinya kanker endometrium, tidak memiliki efek samping yang berkaitan dengan estrogen (bekuan darah di vena tungkai)

Kerugian  :
Harus diminum di waktu yang sama setiap hari, kurang efektif dibandingkan oral kombinasi, membutuhkan resep dokter

Efek samping :
Penambahan berat badan, jerawat, kecemasan, angka kejadian terjadinya perdarahan tidak teratur tinggi

Pengembalian kesuburan cepat ketika pil dihentikan


Kontrasepsi suntikan progestin
Mencegah kehamilan dengan mekanisme yang sama seperti progestin pil namun kontrasepsi ini menggunakan  suntikan intramuskular (dalam otot <bokong atau lengan atas>). Yang sering digunakan adalah medroxyprogesterone asetat (Depo-Provera), 150 mg yang diberikan setiap 3 bulan.

Efektivitas :
Kehamilan terjadi pada 0,3 per 100 wanita pada 1 tahun penggunaan pertama

Keuntungan  :
Mula kerja cepat dan sangat efektif, bekerja dalam waktu lama, tidak mengganggu menyusui, dapat dipakai segera setelah keguguran atau setelah masa nifas,

Kerugian :
Suntikan harus dilakukan oleh tenaga kesehatan secara teratur, tidak melindungi dari PMS,
   
Efek samping  lokal   :
Peningkatan berat badan, rambut rontok

Efek samping :
Tulang menjadi keropos, kelainan metabolisme lemak, ketidakteraturan menstruasi termasuk menometroragi (umumnya beberapa bulan pertama) dan amenorea ( 1 tahun pertama), jika pemakaian suntikan KB dihentikan, siklus menstruasi yang teratur akan kembali terjadi dalam waktu 6 bulan-1 tahun

Pengembalian kesuburan 5-7 bulan setelah penghentian suntikan


Kontrasepsi suntikan  estrogen-progesteron
Suntikan ini diberikan secara intramuskular setiap bulan, mengandung 25 mg depo medroxyprogesteron asetat dan 5 mg estradiol cypionat. Mekanisme kerja, efek samping, kriteria, dan keamanan sama seperti kontrasepsi oral kombinasi. Siklus menstruasi terjadi lebih stabil setiap bulan. Pengembalian kesuburan tidak selama kontrasepsi suntikan progestin.
 
               
Implant progestin
Kapsul plastik, tipis, fleksibel, yang mengandung 36mg levonorgestrel yang dimasukkan ke dalam kulit lengan wanita. Setelah diberi obat bius, dibuat sayatan dan dengan bantuan jarum dimasukkan kapsul implan. Tidak perlu dilakukan penjahitan.

Kapsul ini melepaskan progestin ke dalam aliran darah secara perlahan dan biasanya dipasang selama 5 tahun. Mencegah kehamilan dengan cara menghambat terjadinya ovulasi (pelepasan sel telur oleh indung telur), mempertebal lendir mukosa leher rahim, mengganggu pergerakan saluran tuba, dan menghalangi pertumbuhan lapisan endometrium. Kontrasepsi ini efektif dalam waktu 48 jam setelah diimplan dan efektif selama 5-7 tahun.

Efektivitas   :
Kehamilan terjadi pada 0,05 per 100 wanita pada 1 tahun  penggunaan pertama

Keuntungan  :
Sangat efektif, bekerja untuk jangka waktu lama

Kerugian  :
Membutuhkan prosedur  operasi kecil untuk pemakaian dan pelepasan, tidak melindungi dari PMS

Efek samping lokal  :
Sakit kepala, payudara menjadi keras, peningkatan berat badan, kerontokan rambut, jerawat, perubahan mood

Efek samping     : 
Gangguan metabolisme lemak, hirsutisme, gangguan  menstruasi (memanjang, tidak teratur)

Kesuburan baru kembali 1 bulan setelah kapsul diambil


Kontrasepsi Patch
Patch ini didesain untuk melepaskan 20?g ethinyl estradiol dan 150 ?g norelgestromin. Mencegah kehamilan dengan cara yang sama seperti kontrasepsi oral (pil). Digunakan selama 3 minggu, dan 1 minggu bebas patch untuk siklus menstruasi.
Follow us on Twitter @neonenglish

FORUM KESEHATAN REPRODUKSI : Diskusi & Tanya Jawab

Macam-macam metode kontrasepsi - Kontrasepsi Hormonal
« Reply #2 on: March 30, 2012, 10:39:27 AM »


 



Copyright © FORUM KESEHATAN REPRODUKSI : Diskusi & Tanya Jawab