FORUM KESEHATAN REPRODUKSI : Diskusi & Tanya Jawab




Author Topic: Tentang USG  (Read 13658 times)

Offline sunshine3185

  • Moderators
  • Sr. Member
  • *****
  • Posts: 488
Tentang USG
« on: December 11, 2012, 02:38:45 PM »
Selama kehamilan, pemeriksaan yang sering dilakukan adalah pemeriksaan ultrasonografi (USG). USG telah digunakan dalam dunia medis sejak 40 tahun lalu dan memainkan peran penting dalam mendiagnosis bahkan digunakan dalam pengobatan. USG dilakukan menggunakan alat yang memancarkan transmisi gelombang suara ultrasound (frekuensi tinggi ) melalui dinding rahim (transabdominal) atau vagina (transvaginal). Gema gelombang suara diterjemahkan komputer menjadi gambar pada layar yang menunjukkan gambaran dan perilaku janin. Jaringan keras seperti tulang tidak meneruskan /memantulkan gelombang suara sehingga menimbulkan bayangan putih di gambar, jaringan lunak tampak abu-abu dan berbintik-bintik dan cairan tidak memantulkan gema sehingga muncul bayangan hitam. Pemeriksaan dilakukan secara real time sehingga janin dapat diamati gerakannya (disebut USG 2D). Saat ini telah ada kemajuan teknologi yang dapat memantau janin dalam bentuk 3 Dimensi bahkan 4D (3D yang bergerak) secara real time.

Kapan pemeriksaan USG dilakukan ?

Pada usia kehamilan 5-7 minggu. Segera periksa jika terlambat haid dan tes kehamilan positif. Atau Jika Anda mengalami nyeri atau pendarahan, untuk menyingkirkan kemungkinan kehamilan ektopik/diluar kandungan. Pemeriksaan pada trimester pertama merupakan pemeriksaan yang paling baik menentukan usia kehamilan.

Usia kehamilan 10-14 minggu. Pemeriksaan ditujukan untuk mengetahui adanya kelainan bawaan seperti sindroma down. Dokter akan memeriksa ada tidaknya tulang hidung janin, leher janin (nuchal translusensi).

Usia kehamilan 18-20 minggu. Dokter akan melakukan pemeriksaan terhadap kelainan bawaan mayor (anomali scan Level II Scan) Pemeriksaan menilai secara akurat tentang anatomi janin, kelainan kongenital, kehamilan kembar dan pertumbuhan janin. Posisi plasenta juga ditentukan.

Usia kehamilan 28-40 minggu . Pemeriksaan lanjutan untuk menilai perkembangan janin, menentukan letak plasenta dan letak janin. Pemeriksaan kelainan seperti adanya lilitan tali pusat pada leher janin juga menentukan perkiraan persalinan. Apabila diperlukan dokter akan melakukan pemeriksaan arus darah tali pusat dengan pemeriksaan USG doppler pada kasus pertumbuhan janin terhambat atau ibu dengan komplikasi seperti preeklampsia, kelainan jantung dan diabetes.
Pada dasarnya USG dapat dilakukan kapan saja selama masa kehamilan, karena USG tidak berbahaya bagi ibu dan bayi

Apa saja yang dapat diperiksa dengan USG?

Konfirmasi kehamilan.
Mengetahui usia kehamilan.
Menilai pertumbuhan dan perkembangan bayi dalam kandungan.
Ancaman keguguran.
Masalah plasenta.
Kehamilan kembar.
Mengukur jumlah cairan ketuban yang berlebihan atau terlalu sedikit.
Kelainan pada janin, seperti letak janin dalam rahim, kelainan jantung, down syndrome, dll.
Mengetahui jenis kelamin bayi.
Di antara manfaatnya adalah:


* Pada kehamilan trimester I:

Menduga usia kehamilan dengan mencocokkan ukuran bayi.
Menentukan kondisi bayi jika ada kemungkinan adanya kelainan atau cacat bawaan.
Meyakinkan adanya kehamilan.
Menentukan penyebab perdarahan atau bercak darah dini pada kehamilan muda, misalnya kehamilan ektopik.
Mencari lokasi alat KB yang terpasang saat hamil, misalnya IUD.
Menentukan lokasi janin, di dalam kandungan atau di luar rahim.
Menentukan kondisi janin jika tidak ada denyut jantung atau pergerakan janin.
Mendiagnosa adanya janin kembar bila rahimnya terlalu besar.
Mendeteksi berbagai hal yang mengganggu kehamilan, misalnya adanya kista, mioma, dsb.

* Pada kehamilan trimester II & III:

Untuk menilai jumlah air ketuban. Yaitu bila pertumbuhan rahim terlalu cepat disebabkan oleh berlebihnya cairan amnion atau bukan.
Menentukan kondisi plasenta, karena rusaknya plasenta akan menyebabkan terhambatnya perkembangan janin.
Menentukan ukuran janin bila diduga akan terjadi kelahiran prematur. “Jadi, lebih ke arah pertumbuhan janinnya normal atau tidak.”
Memeriksa kondisi janin lewat pengamatan aktivitasnya, gerak nafas, banyaknya cairan amnion, dsb.
Menentukan letak janin (sungsang atau tidak) atau terlilit tali pusar sebelum persalinan.
Untuk melihat adanya tumor di panggul atau tidak.
Untuk menilai kesejahteraan janin (bagaimana aliran darah ke otaknya, dsb).
Melihat kantong kehamilan (gestational sac).

Kantong kehamilan biasanya sudah terlihat pada usia kandungan 4 minggu. Detak jantung bisa dideteksi dengan irama ultrasound doppler pada usia 6 minggu, dan lebih jelas digambarkan pada usia 7 minggu. Normalnya, denyut jantung janin usia 6 minggu adalah 90-110 denyut per menit, dan pada usia 9 minggu sekitar 140-170 denyut per menit. Bila pada usia 5-8 minggu terjadi perlambatan denyut jantung (kurang dari 90 denyut per menit) atau istilahnya bradycardia, bisa dikaitkan dengan risiko tinggi terjadinya keguguran.

Letak kehamilan.

USG membantu mendeteksi letak kehamilan. Bisa saja terjadi kehamilan di luar kandungan.

Keadaan kehamilan.

Apakah kehamilan normal atau abnormal? Lewat USG bisa dideteksi adanya kehamilan molar (hamil anggur) atau hamil kosong (blighted ovum). Blighted ovum adalah kondisi hamil, tetapi bakal janin tidak tumbuh.

Mengukur tubuh janin untuk menunjukkan usia kehamilan.
Ada beberapa jenis pengukuran yang bisa dilakukan melalui USG

The crown rump length (CRL), yaitu pengukuran panjang embrio dari kepala hingga bokong. Pengukuran pada usia kehamilan 7-13 minggu cukup memberikan penilaian yang akurat.

Bipariental diameter (BPD) adalah pengukuran lingkar kepala. BPD bisa diukur pada usia kehamilan di atas 12 minggu. Saat usia 13 minggu, lingkar kepala janin sekitar 2,4 cm, lalu meningkat hingga sekitar 9,5 cm.

Femur length (FL) atau pengukuran panjang paha, panjang paha janin meningkat dari 1,5 cm pada usia 14 minggu menjadi 7,8 cm di akhir kehamilan.

Abdominal circumference (AC) merupakan pengukuran lingkar perut, yang berguna untuk memonitor pertumbuhan janin.
Membantu mendiagnosis bila terjadi intrauterine growth retardation (IUGR) atau hambatan pertumbuhan janin.
Lokasi plasenta. USG sangat diperlukan untuk menentukan lokasi plasenta, juga mendiagnosis adanya plasenta previa dan ketidaknormalan plasenta lain, misalnya pada kondisi diabetes. IUGR yang parah juga bisa dinilai.
Pada kehamilan kembar, USG berperan dalam menentukan jumlah janin, anomaly fetal, maupun timbulnya plasenta previa.

Hidramnios (cairan ketuban berlebihan) dan oligohidramnios (cairan ketuban terlalu sedikit). Cairan amniotik yang berlebihan atau kurang bisa terlihat jelas melalui USG. Kedua kondisi ini bisa membawa efek merugikan pada janin.

Memastikan missed abortion atau kematian hasil konsepsi dalam rahim.Diagnosis malaformasi janin. Banyak ketidaknormalan janin secara struktural dapat didiagnosis dengan USG. Umumnya dilakukan sebelum usia kehamilan 20 minggu. Contohnya, hidrocefalus, anencephaly, spina bifida, dan lain-lain. Dengan teknologi 3D, kondisi seperti bibir sumbing dan ketidaknormalan jantung bawaan lebih bisa didiagnosis pada usia kehamilan dini.

USG 3D dan 4D

Berbeda dari USG biasa yang hanya menunjukkan gambar 2 dimensi dari bayi, pada USG 3D bayi akan terlihat lebih jelas. Bagian yang bisa dilihat melalui USG 3D juga lebih luas.

Ibu juga bisa bertanya pada dokter untuk merekam hasil USG 3D nya ke dalam CD. Hal ini lebih mudah dilihat nanti di rumah daripada sebelumnya ketika IBU hanya bisa membawa pulang foto hasil USG. Rekaman USG 3D ini yang disebut sebagai USG 4D.

Bagaimana cara pemeriksaan USG?

USG transvaginal (sonografi transvaginal /STV)

Pemeriksaan pada usia kehamilan 5-7 minggu idealnya dilakukan menggunakan alat/probe yang dimasukkan ke dalam vagina (transvagina). Metode ini biasanya memberikan gambar yang lebih baik pada tahap awal kehamilan atau pada pasien yang kelebihan berat badan. Denyut jantung janin dapat diamati pada usia kehamilan 5-6 minggu kehamilan dan USG sangat diperlukan dalam diagnosis awal kehamilan ektopik. Pasien berbaring pada kursi ginekologi atau bisa juga pada tempat tidur pemeriksaan dengan mengganjal bantal pada bokong pasien. Dokter akan memasukkan alat yang telah dilapisi dengan kondom kedalam vagina dan melakukan pemeriksaan. Pada pemeriksaan STV pasien sudah mengosongkan kandung kemih terlebih dahulu.


USG transabdominal (STA)

Pasien berbaring pada tempat tidur pemeriksaan dan dokter akan memberikan jelly ke perut pasien dan akan melakukan pemeriksaan dengan probe/alat yang ditempelkan pada perut ibu. Pada awal kehamilan sebaiknya ibu minum beberapa gelas air dan menahan berkemih sebelum pemeriksaan.

FORUM KESEHATAN REPRODUKSI : Diskusi & Tanya Jawab

Tentang USG
« on: December 11, 2012, 02:38:45 PM »


 



Copyright © FORUM KESEHATAN REPRODUKSI : Diskusi & Tanya Jawab