Yth. Ibu Rahmi_sf,
Tes kesuburan biasanya dilakukan atas indikasi tertentu misalnya setelah 1 tahun menikah tapi belum pernah ada tanda tanda kehamilan. Jadi untuk yang belum menikah pemeriksaan kesuburan jarang atau tidak pernah kita lakukan kecuali bila ada hal hal yang abnormal, misalnya :
- amenorrhea primer : tidak menstruasi hingga usia 18 tahun.
- Pertumbuhan seks sekunder yang abnormal .
Pemeriksaan kesuburan biasanya dilakukan bersama dengan pasangannya ( suami isteri ).
Ada beberapa komponen pemeriksaan yang saat ini bisa dilakukan a.l :
Untuk perempuan :
- uji pasca sanggama.
- Test patensi tuba dengan cara :
o Hydro tubasi :
o HSG : Hysterosalphyngografi.
o Laparoskopi diagnostic.
- Pemeriksaan kadar hormone :
o Estrogen
o Progesterone
o FSH/LH.
- Pemerisaan kuretase mikro :
o Mengetahui fase endometrium
o Menentukan adanya ovulasi
- Pemeriksaan USG trans vaginal:
o Menentukan ketebalan endometrium.
Untuk pria :
- uji pasca sanggama
- sperma analisa.
Semua metode pemeriksaan tersebut bisa dilakukan di RS type B maupun A dan beberapa RS type C.
Kalau anda di Surabaya boleh berkonsultasi di divisi fertilitas endokrinologi reproduksi departemen Obstetri Ginekologi RSU Dr Soetomo Surabaya.
Demikian jawaban dari kami. Untuk lebih jelas bisa menghubungi sekretariat kami di Telp. 031-5501474 untuk konsultasi dengan dokter kami. Terima kasih.
Salam,
dr. Baksono Winardi, SpOG